Jumat, 10 Juli 2015

BLITAR BHUMI LAYA IKA TANTRA ADHI RAJA

Ingin tahu bagaimana pesona wisata Kabupaten Blitar? Monggo https://www.youtube.com/watch?v=zm7GHOfhGEw

PANTAI PANGI

Salam Pariwisata ...

Pantai Pangi berada di dusun Krajan, desa Tumpak kepuh, Kabupaten Blitar, menuju ke wisata pantai yang sangat indah  dan alami ini dari pusat kota Blitar jaeaknya kurang lebih 40 kilometer, memerlukan waktu selama 1,5 jam perjalanan.



Berkunjung ke wisata pantai pangi bagi pengunjang yang membawa kendaraan, hanya sampai pada pintu masuk, dan selanjutnya perjalanan diteruskan dengan berjalan kaki sekitar 200 meter.
Memasuki kawasan pantai pangi, pengunjung tidak perlu membayar tiket atau biaya retribusi lainnya, hanya sekedar membayar parkir bagi pengunjung yang membawa kendaraan.
Pada kawasan pantai pangi,  banyak gubuk-gubuk kecil yang didirikan warga sekitar sebagai tempat parkir kendaraan,  juga terdapat beberapa warung, pada hari-hari tertentu warung-warung tersebut disinggahi pengunjung, selain itu se hari-harinya warung- warung itu dipakai nelayan lokal sebagai pelepas lelah.

Jalan menuju pantai masih jalan setapak berupa hamparan tanah. Di kanan kiri terdapat ladang-ladang yang penduduk. Sekitar 10 meter dari tempat parkir, terdapat sungai yang melintang memutus jalan, tanpa fasilitas jembatan untuk menyeberangi sungai itu.
Kondisi sungai tdak membahayakan, lebar sungai hanya lebih kurang 10 meter, tinggi air hanya diatas mata kakiu dan arusnya tenang , pada jalur penyeberangan terdapat bebatuan yang ditata menyerupai jalan sebagai bantuan untuk melintasi sungai tersebut sehingga tidak menyusahkan bagi yang melintasinya.

Pantai pangi bentuknya mirip cekungan. Garis pantai sepanjang lebih kurang 1 kilometer menjorok ke daratan. Di kanan dan kirinya terdapat bukit dan tebing tinggi yang mengelilingi pantai tersebut. Meski berhadapan langsung dengan Samudera Hindia, namun debur ombak Pantai Pangi bergulung lemah dah rendah. Hal tersebut disebabkan bukit-bukit disekitar pantai menjadi tembok alami yang memecah ganasnya ombak laut selatan.

Keunikan pantai pangi ini terdapat telaga air payau, pada tempat tersebut pengunjung dapat berendam atau sekadar membersihkan badan dari pasir pantai yang melekat di tubuh. Namun telaga ini memiliki kedalaman yang berbeda-beda dan tanahnya berlumpur.

Senin, 06 Juli 2015

KULINER IWAK KALI NDESOO

Salam Pariwisata ...

Bagi anda yang suka kuliner mungkin tidak asing lagi dengan nama Warung Mak Ti. yang Terletak di dusun Laos desa Gogodeso kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar. Sebuah tempat yang lokasinya di pelosok desa Blitar. Meskipun di pelosok, Pengunjung warung Mak Ti sangat beragam mulai dari yang bersepeda onthel sampai yang bermobil sampai rombongan dinas pemerintah
 
 
Model penjualan nasinya yang ala prasmanan, membuat pengunjung pemula akan bingung biasanya nanti ada orang yang memberitahu bahwa anda harus mengambil makan sendiri Dan yang perlu digaris bawahi pengambilan nasi yang langsung dari Wakul (semacam panci besar) tanpa ada aturan takaran tertulis, jadi siapapun yang mengambil nasi disesuaikan kebutuhan masing-masing, bisa jadi satu piring penuh tanpa harus takut dengan harga, karena baik yang penuh maupun separoh, harganya sama. Mungkin hanya rasa malu bila terlihat pengunjung lainnya 
 
 
Demikian pula untuk sayur dan lauk rata-rata dari sebangsa ikan sungai dan ayam, seluruh pengunjung dipersilakan mengambil sendiri-sendiri. Kalau dulu warung tersebut menempatkan pengunjungnya di dalam rumah, sekarang dibagian belakang juga dibuatkan tempat atau area untuk menyantap makanan, yang jadi satu dengan luweng ( tempat memasak ) dengan tarup beratap esbes dan berlantai tanah, jadi kita bisa lihat yang memasak. Meski begitu jangan kawatir, kebersihan tempat kelihatan terus dijaga. Sehingga layaknya 'wong ewoh' (orang punya hajat ) situasi semakin gayeng ketika menyantap makanan yang menunya kita sendiri yang menentukan.
Mak Ti dengan beberapa karyawan warungnya sekitar 8-10 orang nampak terus memasak dengan ukuran yang serba jumbo. Kadang Mak Ti sendiri turun tangan untuk sekedar mengaduk sayur yang sedang dimasak. Untuk bagian goreng-menggoreng lauk dipercayakan pada lelaki paroh baya yang cukup ramah, sehingga dapur Warung mencitrakan seperti sedang selamatan (slametan). Pun soal rasa masakan, tidak ada rasa aneh seperti masakan-masakan berbumbu sintetis karena memang bumbu di warung Mak Ti tanpa penambahan bumbu-bumbu aneh termasuk penyedap.
 
 
Bila dilihat dari tempatnya yang sungguh dipelosok dusun namun memang benar adanya bahwa tidak sedikit pejabat sekelas Menteri RI datang untuk mencicipi sekaligus membuktikan bahwa Warung Mak Ti berkelas Nasional. 
 
Sedikit yang mungkin bisa membantu anda ketika nantinya berkunjung ke Kota Blitar dan ingin membuktikan keberadaan Warung Mak Ti berikut sebagai pemuas nafsu makan anda, Warung Makti bila di tempuh dari Makam Bung Karno silahkan menuju ke selatan sampai perempatan depan Apotik Lovi, ambil arah ke kiri ( timur ) jangan berbelok dulu sebelum notok (mentok) atau tepatnya sampai pertigaan depan Radio Mahardika FM. Dari pertigaan tersebut ambil arah ke kanan (selatan) kira-kira 1.5 Km sampai perempatan lampu merah. Dari perempatan tersebut ambil jalan lurus ke selatan bila ragu lihat gapura jalan ke selatan itu bila ada tulisan Yonif 511 berarti benar 100%.
 
 
Ketika anda melaju ke arah selatan dari perempatan di atas, anda akan melewati Markas Yonif 511 Blitar, lanjutkan perjalanan anda tadi ke selatan yang berikutnya anda akan menjumpai gapura bertuliskan MASUK DESA JATINOM. Jangan berbelok kemanapun sebelum menemukan bangunan SDN Jatinom I di kiri bahu jalan, karena diselatan banguan SD tersebut ada jalan arah ke kiri (timur) dengan nama Jl. Ky. Buchori, jalan itulah yang harus anda lalui. Ada baiknya anda untuk hati-hati karena Jl. Ky. Buchori terdapat tikungan yang lumayan tajam serta jembatan kecil, ikuti terus arah jalan tersebut sampai menemukan perempatan yang mana di pojok perempatan tersebut sudah dipasang nameboard Warung Mak Ti berikut arah panah yang harus anda ikuti. Sesuai arah panah pada nameboard itu maka anda harus ambil arah ke kanan (selatan),jalan ini agak sempit dengan jarak kurang lebih 1100 Km (sesuai ukuran di nameboard). Sampai akhirnya anda menemukan pertigaan yang juga terdapat nameboard, maka dengan mengambil arah ke kanan (barat) sekitar 50 m anda sampai di Warung Mak Ti.
 
Masalah harga sangat aman dikantong. Perut kenyang dompet tetap tebal hehehe ...
Selamat mencoba!
 

OPAK GAMBIR CAMILAN MBLITARIAN

Salam Pariwisata ...

Makanan khas daerah yang sudah lama ada, daya tarik kuliner masa lalu yang telah banyak diproduksi di bebagai daerah di Nusantara. Macam macam sebutannya di beberapa daerah misal saja di sumatera kue ini disebut kue sapik, sedangkan di Jawa Timur kue ini lebih familier dengan sebutan Opak Gambir.

 
Khas dari rasa kue opak gambir ini manis dan renyah sekali karena bentuknya yang amat tipis. Berbagai macam bentuk dan jenis dari opak gambir, ada yang dibentuk bulat memanjang ada juga yang dibentuk seperti contong (kerucut). Dari macam macam jenis dari produk kue opak gambir ini sebenarnya terbuat dari bahan dasar yang sama, perbedaanya terletak dari takaran dari bahan bahan dasarnya juga bahan bahan tambahan lainnya yang membuat rasa dari kue opak ini jadi unik, sehingga membedakan rasa dari hasil produksi dari tiap tiap produsen opak gambir.

 
Variasi opak telah bermacam macam ada yang dibuat dengan rasa buah seperti nangka atau durian, ada juga yang dibuat dengan campuran ubi ungu, ataupun dibuat dengan bebagai warna warni yang menarik untuk memberi daya tarik bagi para konsumen yang suka jajanan khas tradisional. Walaupun sebenarnya dari dahulu warna asli dari opak gambir ini adalah kecoklatan warna asli yang tidak tercampur dengan bahan pewarna, sehingga kenaturalan opak ini tetap terjaga dengan meminimalisir adanya bahan kimia pada jajanan ini.
Dari bahan bahan yang sangat sederhana antara lain kelapa, tepung ketan, dan gula pasir kemudian dicetak pada cetakan khusus untuk opak, sudah bisa menghasilkan cemilan yang enak dan bergizi, tidak ada salahnya untuk mencobanya bagi yang gemar dan hoby memasak. Manjakan lidah anda dengan rasa tradisional yang sangat kental. Selamat mencoba! 

CANDI PENATARAN

Salam Pariwisata ...

Kabupaten Blitar merupakan wilayah yang terkenal memiliki banyak potensi pariwisata. Salah satu potensi pariwisata yang ada di Kabupaten Blitar adalah candi. Candi yang terbesar di Jawa Timur pun ada di Kabupaten Blitar. Tak heran jika candi ini sudah dikenal oleh masyarakat luas. Ya, Candi Penataran adalah nama candi ini yang berdiri megah di Kabupaten Blitar. Candi ini merupakan landmark bagi Kabupaten Blitar.


Candi Penataran merupakan sebuah candi berlatar belakang Hindu yang telah ada sejak kerajaan Kediri dan digunakan sampai era kerajaan Majapahit. Komplek candi Penataran ini merupakan komplek candi terbesar di Jawa Timur dan terletak di lereng barat daya Gunung Kelud. Terletak pada ketinggian 450 M dari permukaan laut, komplek candi Penataran ini terletak di desa Panataran, kecamatan Nglegok, Blitar. Candi Penataran ditemukan pada tahun 1815, dan belum banyak dikenal sampai tahun 1850. Komplek candi ini ditemukan oleh Sir Thomas Stamford Raffles, yang merupakan Letnan Gubernur Jendral pada masa kolonial Inggris di Indonesia pada waktu itu. Raffles bersama-sama dengan Dr.Horsfield seorang ahli Ilmu Alam mengadakan kunjungan ke Candi Panataran, dan hasil kunjunganya dibukukan dalam buku yang berjudul "History of Java" yang terbit dalam dua jilid. Jejak Raffles ini di kemudian hari diikuti oleh para peneliti lain yaitu : J.Crawfurd seorang asisten residen di Yogyakarta, selanjutnya Van Meeteren Brouwer (1828), Junghun (1884), Jonathan Rigg (1848) dan N.W.Hoepermans yang pada tahun 1886 mengadakan inventarisasi di komplek candi Panataran. 

Nama asli candi Penataran dipercaya adalah Candi Palah yang disebut dalam prasasti Palah, dan dibangun pada tahun 1194 oleh Raja Çrnga (Syrenggra) yang bergelar Sri Maharaja Sri Sarweqwara Triwikramawataranindita Çrengalancana Digwijayottungadewa. Raja Çrnga memerintah kerajaan Kediri antara tahun 1190 - 1200, sebagai candi gunung untuk tempat upacara pemujaan agar dapat menetralisasi atau menghindari mara bahaya yang disebabkan oleh gunung Kelud yang sering meletus.


Candi utama di komplek ini menceritakan kisah ramayana dengan tokoh rama dan shinta. Selain itu juga terdapat cerita Kresnayana dengan tokoh Krisna dan Rukmini. Selain itu juga terdapat prasasi palah yang isinya
Prasasti Palah menerangkan bahwa “menandakan Kertajaya berbahagia dengan kenyataan tidak terjadi sirnanya empat penjuru dari bencana” dari kalimat ”tandhan krtajayayåhya / ri bhuktiniran tan pariksirna nikang sang hyang catur lurah hinaruhåra nika”. Rasa senangnya tersebut kemudian dia curahkan dengan perintah dibangunnya prasasti yang tertulis dalam sebuah linggapala oleh Mpu Amogeçwara atau disebut pula Mpu Talaluh. Bangunan tersebut dia fungsikan untuk menyembah Bathara Palah, seperti yang tertuang dalam prasasti tersebut yang beerbunyi “sdangnira Çri Maharaja sanityangkên pratidina i sira paduka bhatara palah” yang berarti “Ketika dia Sri Maharaja senantiyasa setiap hari berada di tempat bathara Palah”. – wikipedia
Sekian informasi tentang Candi Penataran. untuk memperoleh informasi yang lebih dalam, anda dapat mengunjungi Candi Penataran, berwisata sekaligus edukasi tentang masa lalu yang dapat menambah wawasan anda.

Terimakasih